Minggu, 07 Maret 2021

Tokoh Jurnalisme: Najwa Shihab

 

                                                              Instagram: @najwashihab 

Najwa Shihab 

Najwa shihab, atau biasa di panggil dengan Nana. Ia merupakan putri ke- 2 dari Quraish Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Najwa lahir di Makassar, 16 September 1977. Najwa Shihab adalah sosok yang inspiratif ia merupakan alumni Fakultas Hukum UI angkatan 1996. Semasa Najwa SMA pernal terpilih mengikuti program American Field Service (AFS) yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Program ini berjalan selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik (www.hops.id). 

Ketika seorang sarjana hukum lebih memilih profesi jurnalis. Wanita keturunan Arab ini memang sangat unik, pilihan karirnya yang bertolak belakang dengan jurusan kuliah yang diambilnya, "hal ini sering menjadi pertanyaan banyak orang. Menurutnya menjadi jurnalis atau menjadi wartawan bisa dilakukan semua orang, asal orang tersebut memiliki keinginan dan memiliki kemampuan dasar jurnalis" ungkapnya di canel youtube ini budi. Pertama kali ia mengenal dunia jurnalistik saat ia semester akhir di fakultas hukum. Saat itu ada kesempatan untuk magang di Rcti, menjadi reporter magang dari situlah ia belajar banyak tentang televisi. Ia mengungkapkan hal dasar yang harus dimiliki seorang jurnalis yaitu, harus memiliki hobi untuk mencari sesuatu yang baru, hal yang penting harus mengasah rasa ingin tahu dan rasa kritis. 

Karena latar belakangnya seorang sarjana hukum maka ia saat ini sering ditugaskan meliput berita hukum dan politik. Oleh sebab itu ia mulai terkenal karena sifatnya yang berani, gaya bicaranya yang tegas dan cara berfikirnya yang kritis. Namanya kian melambung saat memiliki acara talkshow sendiri dengan nama Mata Najwa, disitulah sosoknya berhadapan dengan tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia dan terkadang kontroversial. Lewat program Mata Najwa ia mampu memukau penonton yang haus akan informasi, masyarakat merasa terwakilkan dengan kemampuan debatnya dengan para tokoh.

Menurutnya profesi jurnalis perempuan memiliki kelebihan sendiri, karena seorang perempuan lebih sensitif, berempati, dan luwes. "Saya melihat perempuan dan dunia jurnalistik malah punya kelebihan sendiri. Jurnalis perempuan itu biasanya lebih sensitif, lebih mudah berempati, lebih luwes untuk berhubungan dengan orang, lebih bisa menangkap apa yang tersembunyi. Jadi memiliki kemampuan yang bahkan membuatnya lebih istimewa ketika melakukan profesinya," ucap Najwa. 

Oleh sebab itu program Mata Najwa menyabet penghargaan program televisi talkshow berita terbaik dari KPI awards pada tahun 2018. Tidak hanya itu, sebelumnya dari program ini lahirlah buku "Catatan Najwa" pada tahun2016. Buku ini sebagai refleksi Nana atas banyaknya isu yang dibahas di program Mata Najwa (www.cermati.com). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  "Ritual Bunga Mawar" Cerita: Di kota Solo, terdapat sebuah tradisi kuno yang dilestarikan dari generasi ke generasi, yaitu ...