Rabu, 21 April 2021

PROFESI JURNALISTIK

 

Ulasan tentang Elemen Jurnalisme Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dengan Kode Etik Jurnalistik

         Bill Kovach dan Tom Rosenstiel adalah seorang wartawan senior dari Amerika yang meluncurkan sebuah buku berjudul The Elements of Journalism.  Dalam buku ini, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel merumuskan sembilan elemen jurnalisme. Dua jurnalis senior Amerika ini memaparkan sembilan prinsip jurnalisme (jurnalistik) sebagai tanggung jawab dasar jurnalis, level kerja jurnalis, dan peran kebebasan pers dalam demokrasi. Ini merupakan karya hebatnya secara signifikan menggambarkan masalah, risiko dan tantangan yang akan dihadapi dengan solusi dan nilai jurnalisme. Berita tersebut dapat dipahami dan dipraktikkan dalam menyelesaikan kesulitan yang dihadapi oleh industri berita saat ini. Elemen jurnalisme harus menjadi bahan bacaan wajib bagi setiap organisasi berita dan siapapun yang terlibat dalam kegiatan pemberitaan.

        Sembilan elemen jurnalisme yang ditulis pada buku dengan tebal 205 halaman dalam versi aslinya ini, menurut Neil Rudenstine, Rektor Harvard University, Amerika Serikat (AS), membahas sebagai berikut,

1. Journalism’s first obligation is to the truth (kewajiban pertama jurnalistik adalah kebenaran)

        Menurut Kovach dan Rosenstiel, elemen jurnalisme yang pertama adalah kebenaran. Bagi mereka kebenaran adalah prinsip yang paling utama dan paling membingungkan. Tetapi, apa itu arti “kebenaran” ?

        Pada sebuah survey yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People and the Press dan Committee of Concerned Journalist ditemukan jawaban bahwa sebagian besar wartawan yang di wawancarai menjawab bahwa kebenaranlah yang menjadi nilai tertinggi dalam proses kerja mereka. Kejujuran merupakan hasrat mendasar pada diri manusia. Kovach dan Rosenstiel mengambil contoh tabrakan lalu lintas. Hari pertama seorang wartawan memberitakan kecelakaan itu. Di mana, jam berapa, jenis kendaraannya apa, nomor polisi berapa, korbannya bagaimana. Hari kedua berita itu mungkin ditanggapi oleh pihak lain. Mungkin polisi, mungkin keluarga korban. Mungkin ada koreksi. Maka pada hari ketiga, koreksi itulah yang diberitakan. Ini juga bertambah ketika ada pembaca mengirim surat pembaca, atau ada tanggapan lewat kolom opini, dan seterusnya.

2. Its first loyalty is to citizens (Loyalitas pertamanya adalah kepada warga negara)

        Kovach dan Rosenstiel khawatir bahwa sejumlah besar jurnalis yang berurusan dengan perusahaan dapat mengaburkan misi media untuk melayani kepentingan publik. Bisnis media berbeda dari kebanyakan bisnis. Dalam bisnis media terdapat sebuah segitiga, media, pengiklan dan warga. Secara tegas Kovach menyebutkan bahwa di antara ketiganya, kedudukan wargalah yang sangat utama dibandingkan dengan yang lain. Hubungan ini disebut oleh McQuail sebagai Triangulasi media, yaitu hubungan anatara Negara, pasar dan warga, yang masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda.

3. Its essence is a discipline of verification (Intinya adalah disiplin verifikasi)

      Bill Kovach dan Tom Rosenstiel mengatakan, Disiplin verifikasi adalah inti dari jurnalisme. Disiplin verifikasi inilah yang membedakan berita dari hiburan, propaganda, fiksi atau seni. Perhatian pertama jurnalisme itu sendiri adalah melakukan sesuatu dengan benar. Kovach dan Rosentiel merumuskan lima konsep inti tentang disiplin verivikasi, yaitu:   

1. Jangan menambahi

2. Jangan menipu

3. Transparansi

4. Orusubalitas

5. Kerendahan Hati

4. Journalists must maintain an independence from those they cover (Wartawan harus menjaga kebebasan dari yang mereka liput)

        Kovach dan Rosenstiel berpendapat bahwa wartawan diperbolehkan mengemukakan pendapatnya. Menjadi netral bukanlah prinsip dasar jurnalisme. Prinsipnya, wartawan harus bersikap independen terhadap orang-orang yang mereka liput. Namun wartawan yang beropini juga tetap harus menjaga akurasi data-datanya. Mereka harus tetap melakukan verifikasi, loyalitas pada kepentingan masyarakat, dan memenuhi berbagai ketentuan lain yang harus ditaati seorang wartawan.

5. Journalists must serve as an independent monitor of power (Wartawan harus berfungsi sebagai pemantau kekuasaan yang independen)

        Salah satu cara pemantauan ini adalah melakukan investigative reporting –sebuah jenis reportase di mana si wartawan berhasil menunjukkan siapa yang salah, siapa yang melakukan pelanggaran hukum, yang seharusnya jadi terdakwa, dalam suatu kejahatan publik yang sebelumnya dirahasiakan. Kovach mengatakan, peran pers sebagai watchdog biasanya dijalankan melalui pelioutan investigasi (investigative reporting) terhadap bagaimana sebuah kekuasaan dijalankan. Dengan demikian, pers akan mampu memberi informasi yang berbeda dengan informasi yang mungkin sudah ‘diatur’ oleh para pemegang kekuasaan untuk mejaga citra mereka. 

6. Journalism must provide a forum for public criticism and comment. (Jurnalisme harus menyediakan forum untuk kritik dan komentar publik)

        Menurut Kovach dan Rosenstiel, bagi Negara yang menganut system demokrasi, konsep forum atau ruang public merupakan bagian vital, dimana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi menyampaikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi menyampaikan idenya. Kovach dan Rosenstiel menjelaskan bahwa di zaman dulu, banyak surat kabar menggunakan ruang tamu sebagai forum publik tempat orang dapat menyampaikan pendapat, kritik, dll. Cerutu dan minuman juga disediakan.

7. Journalists must make the significant interesting and relevant wartawan harus membuat hal yang penting menarik dan relevan)

       Untuk membuat khalayak mengetahuinya, menurut Kovach, jurnalis harus membuat beritanya menarik juga relevan. Namun menurut Kovach, ironisnya, dua faktor ini justru sering dianggap dua hal yang bertolakbelakang. Laporan yang memikat dianggap laporan yang lucu, sensasional, menghibur, dan penuh tokoh selebritas. Sebaliknya laporan yang relevan dianggap garing, angka-angka dianggap sulit dipahami oleh sebagian besar publik, beritapun dianggap membosankan. Tugas wartawan menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel adalah meramu campuran yang tepat dalam berita.

8. Journalists should keep the news in proportion and make it comprehensive. (Wartawan harus menjaga agar berita tetap sebanding dan membuatnya komprehensif)

        Suatu kewajiban wartawan yaitu membuat beritanya proposional dan komprehensif. Kovach dan Rosenstiel mengatakan bahwa banyak surat kabar yang menyajikan berita yang proporsional. Judul-judulnya sensional. Kovach dan Rosenstiel mengambil contoh yang menarik. Surat kabar sensasional diibaratkan seseorang yang ingin menarik perhatian pembaca dengan pergi ke tempat umum lalu melepas pakaian, telanjang, orang pasti suka melihatnya. 

9. Journalists have an obligation to personal conscience. (Wartawan memiliki kewajiban untuk hati nurani pribadi)

         Menurut Kovach dalam aktivitas jurnalisme tidak ada hokum jurnalisme, tidak ada peraturan, tidak ada surat izin, bahkan tidak ada pengaturan resmi tentang kepribadian jurnalis. Ia menyatakan bahwa pada akhirnya jurnalisme terletak pada karakter. Saat khalayak memilih sebuah majalah, program TV, siaran radio atau Koran, semua berita yang disajikan kepada mereka tidak lain adalah hasil dari otoritas, kejujuran dan penilaian media. 

Jurnalis harus berkaitan dengan kode etik dan elemen jurnalisme. Kode Etik Jurnalistik sendiri merupakan himpunan etika profesi kewartawanan. Kode Etik adalah acuan moral untuk mengatur tindak-tanduk seorang wartawan (Panji Semirang, 2007). Kode Etik Jurnalistik bisa berbeda antara satu organisasi ke organisasi lain, dari satu koran ke koran lain, namun secara umum dia berisi hal-hal berikut yang menjamin terpenuhinya tanggung jawab seorang wartawan kepada publik pembacanya. Kode etik jurnalistik meliputi,

1) Wartawan Indonesia bersikap independen, maksudnya menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tak beritikad buruk. 

2) Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. 

3) Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

4) Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

5) Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

6) Wartawan Indonesia tak menyalahgunakan profesi dan tak menerima suap.

7) Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan "off the record" sesuai dengan kesepakatan.

8) Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9) Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

10) Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

11) Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Keterkaitan antara Elemen Jurnalisme Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dengan Kode Etik Jurnalistik adalah sebagai pegangan seorang jurnalis professional yang harus memegang teguh prinsip, karena dalam kondisi dan situasi apapun jurnalis yang memegang prinsip dengan teguh dia tidak akan melanggar norma dan etika yang berlaku.

 











 

Sumber:   https://snputri.wordpress.com/2017/11/22/9-elemen-jurnalistik-bill-kovach-tom-rosentiel/

https://www.komunikasipraktis.com/2013/04/sembilan-elemen-jurnalisme-bill-kovach.html?m=0 


 

                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  "Ritual Bunga Mawar" Cerita: Di kota Solo, terdapat sebuah tradisi kuno yang dilestarikan dari generasi ke generasi, yaitu ...