Jumat, 09 Juli 2021

(Menulis Berita Jenis Straight News 2)

 

Heboh Warga Jumpai Buaya di Sungai Tlatar Boyolali

Sumber: Yakub, Jumat (3/7/2021)

Warga Kebonbimo, Kecamatan Boyolali, pada Jumat (3/7/2021) dikejutkan oleh kemunculan buaya yang berada di Tempuran Kali Pepe, Dukuh Grombol, Kebonbimo, Boyolali. Buaya yang panjangnya sekitar 1 meter tersebut sedang berjemur di pinggir sungai akibatnya mengejutkan seorang warga yang sedang mencari pasir. Yakub orang pertama yang menemukan buaya tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Saat melihat buaya ia segera mengabadikan dengan kameran ponselnya. Setelah ia mengabadikannya ia segera pulang dan melaporkan hal itu kepada ketua RT. Ketua RT pun segera mengumpulkan warga untuk menangkap buaya itu karena dinilai membahayakan dan meresahkan.

Kemudian pihak pemerintahan Desa Kebonbimo datang, dan langsung menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar). Meski sudah disodok menggukan batang bambu panjang ke lubang yang diduga sebagai tempat sembunyi buaya tersebut, namun nyatanya hingga sore petugas belum bisa menemukan buaya itu, sehingga pencarian di hentikan pada pukul 18.00 WIB dan akan dilanjutkan besok. Masih belum jelas darimana buaya tersebut berasal. Akibatnya warga sekitar sangat was-was apabila besok pagi beraktivitas di sekitaran sungai. Hingga hari Minggu (6/7/2021) buaya belum juga ditemukan, hal itu mengakibatkan warga Desa Kener, Kab Semarang antusias untuk ikut mencari buaya karena sungai tersebut saling terhubung. Benar buaya terlihat kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal, maka segera dilakukan penangkapan. Proses penangkapan menggunakan jaring, dengan memegang jarring warga berjalan perlahan mendekati buaya dan menangkapnya.

Setelah buaya tertangkap, buaya langsung dibawa ke Balai Desa Kener. Sejumlah warga pun ikut menyaksikan karena penasaran. Dikutip dari news.okezone.com “Kemarin sebelum ketangkap, warga mau ke sawah yang dekat sungai, was-was. Setelah penemuan ini, para penambang pasir, petani, dan pemancing saat ini sudah lega” ucap Sudadi. Akibat temuan buaya ini, warga sebut-sebut bahwa buaya bisa saja milik Sucipto, seorang yang diduga memelihara buaya. Karena sempat diduga bahwa buaya tersebut miliknya, akhirnya petugas dari balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng mendatangi rumahnya, kabar semakin ramai karena sucipto sulit ditemui. Berdasarkan informasi yang dikutip dari fokusjateng.com Sucipto yang juga pemilik Karunia Outbond di Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali, akhirnya menunjukkan bahwa buaya miliknya masih ada di kandang. “ Iya, memang ramai perbincangan yang mengarah ke saya. Namun saya memilih diam saja” katanya saat ditemyi wartawan fokus jateng, Selasa (6/7/201)

Petugas BKSDA juga menanyakan seekor buaya yang ia miliki. Kemudian petugas yang pernah mengecek kondisi buaya miliknya diminta untuk melihat langsung buayanya yang masih tetap di kandangnya itu. “ Biar petugas sendiri yang mengecek, jangan saya yang bicara. Petugas saja juga mengakui memang buaya itu sama seperti buaya yang dulu pernah ia cek” ujarnya. Sehingga Sucipto menegaskan bahwa buaya yang ditemukan warga di Kener, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang benar-benar bukan miliknya. Hingga saat ini masih belum jelas berasal darimana buaya tersebut.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  "Ritual Bunga Mawar" Cerita: Di kota Solo, terdapat sebuah tradisi kuno yang dilestarikan dari generasi ke generasi, yaitu ...